Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2026

GURU PPPK BISA NAIK LEVEL? PEMERINTAH MULAI KAJI PENARIKAN KE PUSAT!

Gambar
  GURU PPPK BISA NAIK LEVEL? PEMERINTAH MULAI KAJI PENARIKAN KE PUSAT! Sebuah wacana besar yang berpotensi mengubah peta tata kelola pendidikan nasional kini tengah digodok oleh pemerintah pusat. Guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berpeluang untuk ditarik menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Pusat. Opsi ini mengemuka setelah Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menggelar rapat koordinasi bersama pimpinan DPR RI dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta, Senin (10/8/2026). Khusus untuk masalah tenaga pendidik dan guru, itu bisa ditangani oleh pemerintah pusat. Jadi artinya bisa ditarik menjadi ASN Pemerintah Pusat, bisa nanti ditransfer mungkin di tempat-tempat yang kurang guru sehingga tidak menumpuk di satu tempat," ujar Mendagri Tito Karnavian. Mengapa Kebijakan Ini Menjadi Angin Segar? Secara regulasi, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah memungkinkan pemerintah pusat meng...

ALHAMDULILLAH! KABAR BAIK UNTUK PPPK PARUH WAKTU (PW)

Gambar
  ALHAMDULILLAH! KABAR BAIK UNTUK PPPK PARUH WAKTU (PW) Angin segar dan titik terang akhirnya menghampiri ratusan ribu PPPK Paruh Waktu (PW) di berbagai pelosok daerah. Pemerintah pusat dikabarkan telah menggelontorkan anggaran fantastis sebesar Rp20,5 triliun yang telah mengalir ke 490 Pemerintah Daerah (Pemda) di seluruh Indonesia. Kabar ini menjadi jawaban atas berbagai kekhawatiran dan kesimpangsiuran mengenai kesiapan anggaran daerah dalam menopang hak-hak para aparatur baru tersebut. Tidak Ada Lagi Alasan Kendala Anggaran Daerah Selama ini, isu klasik yang kerap menjadi benteng penghambat kepastian nasib PPPK PW adalah klaim bahwasanya Pemda tidak memiliki kecukupan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk menanggung gaji dan tunjangan. Dengan masuknya suntikan dana transfer pusat sebesar Rp20,5 triliun ini: Alasan "Pemda tidak sanggup" seharusnya tidak lagi berlaku. Kepastian alokasi: Pusat telah menunjukkan komitmen nyata dengan menyalurkan dana tersebut la...

KABAR BAIK UNTUK GURU NON-ASN YANG SUDAH MASUK DAPODIK. Harapan untuk Kesejahteraan Guru Indonesia

Gambar
KABAR BAIK UNTUK GURU NON-ASN YANG SUDAH MASUK DAPODIK Kabar gembira bertiup bagi ratusan ribu tenaga pendidik di seluruh Indonesia. Sebanyak 237.196 guru Non-ASN yang telah terdata dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dikabarkan masuk dalam pendataan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan diproyeksikan untuk memperoleh pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Langkah ini menjadi angin segar serta bentuk apresiasi pemerintah atas dedikasi para guru honorer yang selama ini menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, meski kerap berada dalam keterbatasan kesejahteraan dan kepastian status. Opsi Skema Skema Pengangkatan: PPPK Penuh Waktu atau Paruh Waktu Saat ini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, bersama kementerian/lembaga terkait sedang menggodok serta menyiapkan skema terbaik untuk penyelesaian status para guru Non-ASN ini. Ada dua skema utama yang sedang menjadi opsi pembahasan: ASN PPPK Penuh Waktu (Ful...

Pendidikan Karakter Dimulai dari Rumah, Sekolah Melanjutkannya.

Gambar
  Pendidikan Karakter Anak: Mengapa Rumah adalah Sekolah Utama, Bukan Sekolah Formal Di era modern yang bergerak begitu cepat, tidak sedikit orang tua yang menggantungkan harapan besar pada lembaga pendidikan. Ada anggapan implisit bahwa begitu anak didaftarkan ke sekolah favorit, tanggung jawab membina moral, etika, dan kepribadian anak secara otomatis berpindah ke pundak para guru. Namun, realitasnya tidak demikian. Pendidikan karakter anak pada hakikatnya adalah tugas utama orang tua, sementara guru dan sekolah bertindak sebagai mitra pendukung.  1. Rumah Adalah "Laboratorium" Pertama dan Utama Sejak bayi lahir, rumah adalah lingkungan pertama yang ia kenal. Sebelum anak mengenali huruf, angka, atau rumus matematika di kelas, mereka telah lebih dulu menyerap ekspresi, nada bicara, dan perilaku orang tua di rumah. Peniruan Alami: Anak adalah peniru yang luar biasa (master imitator). Mereka tidak belajar empati dari buku teks, melainkan dari bagaimana orang tua memperlakukan...